Kapado
Inyiak-AlimUlama-NiniakMamak-CadiakPandai-BundoKanduang sarato Nan Mudo, di
Palanta..., yang ambo hormati.....
Kito tau
Minangkabau punya banyak keistimewaan dibandiangkan jo etnis-etis lain.
Etnis
Minangkabau punyo sistem kekerabatan yang istimewa.: Matrilineal.
Etnis
Minangkabau punyo falsafah kehidupan yang istimewa : Adat Basandi
Sarak-Sarak Basandi Kitabullah - Sarak Mangato - Adat Mamakai.
Kito punyo
falsafah kepeminpinan yang istimewa : DItinggikan sarantiang-didulukan
salangkah. Menandakan etnos Minankabau merupakan masyarakat yg paling
demokratis.
Di kito indak balaku : Sabdo pandito ratu.
Kito punyo
sistim pemerintahan Nagari, yang barangkali indak ado duonyo di Indonesiako.
Kito
pernah menyumbangkan poetra-poetri terbaik untuk memerdekakan bangsa
Indonesia ini dari penjajahan.
Baa
kiro-kiro, kalau kasado keistimewaan ini, kito jadikan landasan untuk meminta
ka pamerintah pusat, agar Minangkabau dgn wilayah geografisnya sekarang ini,
dijadikan Daerah Istimewa Minangkabau.
Kenapa
Aceh bisa..?. Kenapa Jogjakarta bisa..?. Kenapa kita tidak bisa...??.
Indak paralu mendirikan Republik atau Kerajaan Minangkabau, doh. Cukup jadi
Daerah Istimewa Minangkabau.
Kapado
Mamanda Pak Saaf..., barangkali ide ini bisa dimasukkan sebagai salah satu
rekomendasi Lokakarya Kepedulian Kebangkitan Minangkabau, yg akan
digelar nanti...??
Pada 5 Oktober 2010 13.15, Marindo Palar menulis:
Inyiak-Mamak-AlimUlama-CadiakPandai-BundoKanduang sarato jo Nan Mudo,
dipalanta...
Ado beberapa hal yg mambuek ambo mengusulkan Daerah Istimewa Minangkabau
1.
Implementasi Falsafah ABS-SBK.
Kalau
kito memang sepenuh hati ingin menegakkan dan mengimplementasikan
falsafah ini dalam
kehidupan sehari-hari dan kehidupan bermasyarakat Minangkabau, ujung-ujung
nya adalah menegak Syariat Agama Islam. Sehingga, sekali lagi kalau
MEMANG INGIN menegakkan ABS-SBK, di wilayah DIM ini harus diberlakukan UU
Syariat Islam, . Untuk itu diperlukan ke istimewaan seperti yg di dapatkan
oleh Aceh. Kita harus ingat bahwa ABS-SBK itu ada sambungannya, yaitu Sarak
Mangato-Adat Mamakai. Apapun yg di katakan oleh Syariat dan Kitab Suci
Al-Qur'an, itu yg harus dilakukan oleh masyarakat dalam wilayah Daerah
Istimewa ini. .
2.
Dengan ke Istimewaan yg akan dimiliki, kita punya banyak alternatif dalam
mengatur pemerintahan kedalam. Kita bisa mengakomodir sistim triumvirat
seperti dulu (Rajo Tigo Selo) tentu saja dengan penyesuian-penyesuaian
dengan perkembangan zaman.
Atau
kita dpat menetapkan bahwa DPRD tidak diduduki oleh
wakil2 Partai Politik.seperti sekarang. DPRD Tingkat Propinsi dan
Kab/Kota adalah Perwakilan dari Nagari-Nagari.
3.
Pemilihan Kepala Pemerintahan dilakukan mulai dari Nagari. Nagari memilih
Kapalo Nagari, sesuai dengan kemufakatan penghulu-penghulu dan Kepala Kaum
dalam Nagari.masing-masing Nagari. Penghulu-Penghulu dan Kepala Kaum
memilih wakil untuk masyarakatnya yg akan duduk di DPRD. Salah
satu tugas wakil-wakil ini adalah memilih kepala Pemerintahan di tingkat
Kab/Kota, maupun Propinsi.
4. Kita
akan bangun Sistim Perekonomian ABS-SBK. Kalau salamoko kita hanya
kenal sistim ekonomi kapitalis dan syariah, kita ciptakan sistim ekonomi
ABS-SBK. Dasarnya sih syariah, tapi dengan mempertimbangkan Adat.
Pengelolaan sumber-sumber ekonomi Nagari, di bicarakan secara Adat
oleh anak-nagari, dan di-produktif-kan secara syariah. Misalnya :
Tanah Ulayat milik Nagari, akan dijadikan Perkebunan Modern milik seluruh
kaum dalam Nagari. Aturlah itu secara Adat yang berlaku di Nagari dan
gunakan keuntungan yang didapat secara syariah.untuk kesejahteraan
seluruh anak nagari.
5. Kita
akan bangun sistim pendidikan, yg memadukan sistim pendidikan nasional
dengan pendidikan Surau, untuk menciptakan generasi-generasi penerus yag
100% Minangkabau.
6. Kito
tetap barado dalam Wadah NKRI. Kito manjunjuang tinggi Pancasila, tapi
dengan interpretasi yg sesuai dgn ABS-SBK - SM-AM kito.
7.
Satu-satunya pemilu yang boleh ada disini hanyalah Pemilu DPR-RI dan
Pilpres, saja.
Itu sajo
dulu, Nyiak-Mak-Bundo.., . Apakah ini bisa dilaksanakan atau tidak...,
tergantung kita.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar, demi kemajuan Minangkabau