Senin, 12 April 2021

MAMINTEH SABALUN HANYUIK TERLALU JAUAH

By: Marindo Palar

Assalamu'alaikum Niniak Mamak, Bundo Kanduang sarato Sanak sadonyo.
Ketika thn 2010 ada tokoh yg menggagas Kongres Kebudayaan Minangkabau, mereka menolak habis habisan, dan Ambo ikut dalam barisan mereka. Padahal apa yg digagas oleh KKM tersebut adalah demi kemaslahatan anak cucu dan kamanakan kito. Tapi Ambo waktu itu baru madok pangana ka Ranah Bundo, alun tau dima ka bapijak, sehingga "terperangkap" ikut arus mereka, karena di barisan ini ada bbrp teman SMA dulu.
Dan kini....., mereka menolak Gagasan DIM dgn alasan yg hampir sama dgn alasan mereka menolak KKM 2010 yg silam. Namun degradasi moral yg terjadi di ranah bundo kito tacinto itu, sejak mereka sukses menolak KKM tsb, malah makin menjadi jadi. Data berikut ini membuat Ambo merasa terhenyak sebagai orang Minangkabau yg meng-agung-kan ABS-SBK SM-AM sebagai landasan hidupnya.
Bundo Kanduang Manangih
Baca ini....:
Kaum homo (LGBT) tertinggi di Indonesia ada di Ranah Bundo (Sumber: https://www.tribunnews.com/.../populasi-pelaku-lgbt...). Perilaku homosex ini adalah perilaku kaum Nabi Luth A.S, dikota Sodom dan Gomorah yg di azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Diduga keras kata Sodomi berasal dari nama kota Sodom ini. Pasangan lesbian digrebek di Padang (https://sumbar.inews.id/berita/pasangan-lesbian-di-padang-digerebek-saat-pesta-sabu-di-kos-alat-isap-berserakan)
Disamping itu, Anak Anak SLTA, sudah berani ber-arisan sex. (Sumber:http://m.voa-islam.com/.../arisan-seks-pelajar-di-sumbar.../).

Ada pula kondom yg berserak serak di pantai (Sumber: https://daerah.sindonews.com/.../kondom-bekas-berserakan...), walaupun ini saat ini sdh diberantas, tapi bagaimana ditempat lain yg belum terekspos ?.

Bisnis aborsi kandungan diluar nikah menggegerkan sesaat thn 2019 yll (Sumber: https://regional.kompas.com/.../suami-istri-ini-jual-obat...).
Sekarang beritanya sdh reda. Haaa.....begitu cepatnya berlalu.

Ambo mencatat, dari sisi moralitas ini, kok ABS-SBK SM-AM itu makin jauh hanyuiknyo ?. Bagaimana sikap teman teman Ambo, yg dulu begitu gegap gempita dan berhasil menolak KKM 2010, mengenai masalah ini ?. Ternyata Zonk....!!. Ambo tidak melihat, atau positive thinking nya, Ambo tidak mengetahui, ada gerakan atau program konkret dari mereka untuk memperbaiki kondisi buruk ini. Kejadian kejadian yg saya paparkan diatas terjadi setelah mereka sukses menolak KKM di thn 2010 tsb. Sudah berlalu sekian tahun, kondisi makin memburuk tanpa solusi apapun dari mereka, sampai bulan Februari 2016, ada musyawarah masyarakat Minang di Hotel Balairung, Jakarta Pusat, saya serta merta ikut. Musyawarah ini melahirkn BP2DIM (Badan Persiapan Propinsi Daerah Istimewa Minangkabau). Yg ada dibenak saya waktu itu dan insyaaAllah sampai sekarang, adalah bagaimana membumikan ABS-SBK SM-AM itu di Ranah Bundo sehingga benar benar menjadi perilaku hidup anak cucu dan kamanakan kito. Bagi Ambo pribadi, komponen "A" dari ABS-SBK itu silahkan saja bergerak kemanapun selama berada dalam koridor "S" dan "K", maka Minangkabau, insyaaAllah, akan terselamatkan dari gempuran degradasi moral. Seiring dengan berlalunya waktu....., kita mendapatkan banyak berita tentang sengketa sengketa tanah ulayat, baik sengketa internal di dalalam kaum, maupun sengketa dengan pihak esternal, karena tanah ulayat digadaikan, tanah ulayat beralih penguasaannya dengan berbagai cara. (https://kabar24.bisnis.com/read/20170418/78/646188/ini-pemicu-sengketa-tanah-ulayat-di-sumbar)

Kok ditunggu urang urang Anti-DIM untuk ka manyalasaikan masalah moral dan pelanggaran hak hak tradisional masyarakat adat kito dinagori nagori, keburu hanyut terlalu jauah Minangkabau ko mah......

Itulah paralunya DIM, agar ABS-SBK bisa kito tagakkan dgn sabana bana mamumi di Ranah Bundo ko...., agar Ranah Minang diberkahi dan dijago basamo samo oleh Tungku Tigo Sajarangan dan kito basamo.

Demikian dari Ambo, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, sarato Sanak Sudaro sadonyo. Mohon maaf kalau ado yg janggal dan tidak patut dari pokok pikiran Ambo ko

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, demi kemajuan Minangkabau