Sabtu, 02 Maret 2019

PROPINSI SUMBAR - LGBT TERTINGGI DI INDONESIA

Masihkah Anda tidak peduli….???  Diperkirakan ada 14.489 pelaku gay (LGBT, atau bujang gadih atau paranak jawi…, atau macam-macam sebutan di Ranah Minang.  Di negeri negeri yang dikenal oleh masyarakat se Indonesia, bahkan sedunia, sebagai masyarakat agamis, suatu nigari besar yang Adatnya Bersendikan kepada Syariat, dimana Syariat itu Bersendikan kepada Kitab Allah, menduduki rangking tertinggi penduduknya yang terlibat LGBT.

Saya tidak akan bercerita Panjang lebar. Silahkan Anda klik link berikut ini, bahkan kalua Anda mau, pasti ada berita miring LGBT yg dikaitkan dengan Sumbar.

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/04/23/p7n3wf415-ini-fakta-angka-soal-lgbt-di-sumatra-barat






Apa yang sedang terjadi di Ranah Bundo ini ?.  Kemana perginya control sosial masyarakatnya yang dulu bergitu ketat dan terkenal, menjaga maruah kaumnya, nagarinya, kampuang halamannya…?. Kenapa bisa selonggar itu sekarang…??.  

Tapi….. yang paling penting….apa yan harus dilakukan….??.  Saya melihat…. harus ada "revolusi" terhadap kondisi masyarakat ini. Sebab, kalau dibiarkan berlarut-larut, Minangkabau itu akan kehilangan Minangnya, dan yang tinggal hanya Kabau nya saja.  

Ada upaya untuk memulai perubahan itu dengan mendapatkan hak istimewa mengatur rumah tangga sendiri bagi masyarakat Minangkabau yg bermukim di Sumatera Barat, kampung halaman urang Minang sedunia.  Lalu melalui apa hak istimewa itu bias didapatkan ?.  Dimulai dengan memperjuangkan perubahan Propinsi Sumatera Barat menjadi Propinsi Daerah Istimewa Minangkabau atau Propinsi DIM.  Dalam beberapkali diskusi mengenai pemrubahan menjadi Propinsi DIM ini, didapatkan 17 alasan kenapa harus DIM ?.  Alasan pertama adalah Membumikan ABS-SBK.  


ABS-SBK adalah singkatan yang begitu popular bagi masyarakat Minangkabau yang artinya Adat Basandi Sarak - Sarak Basandi Kitabullah. Basandi, artina Bersendi, dimana diibaratkan orang orang terdahulu  membangun rumah, selalu harus ada fondasi kuat disetiap sudut. Fondasi tempat tiang didirikan, sering disebut oleh orang Minang dengan Sandi, yang kalua di Indonesiakan menjadi Sendi. Jadi Basandi di Indonesiakan menjadi Bersendi. Sarak adalah kata Minang untuk Syariat. Jadi Adat Basandi Sarak - Sarak Basandi Kitabullah, artinya adalah Adat orang Minang fondasinya adalah Syariat, sedangkan Syariat fondasinya adalah Kitabullah, yaitu Al-Qur'an.  Ini adalah falsafah hidup semua orang Minang. Tapi dengan maraknya berita berita LGBT diatas, ada apa dengan orang Minangkabau. Kemana falsafah hidup mereka sekarang. LGBT adalah perbuatan yang diazab Allah dimasa lalu, yaitu dimasa Nabi Luth Alaihi Salam. kenapa justru di Ranah Minang LGBT, bahkan tertinggi di Indonesia.  

LGBT bukan satu satunya bentuk memudarnya ABS-SBK.  Betapa banyak kita membaca berita, adanya kemaksiatan. Kondom yang berserakan di Bukitlampu Padang. Kondom yang berserakan di Gang Sempit dekat Statsiun Bukittinggi. Arisan Sex anak anak SLTA di Payakumbuh. Itu masalah moral, belum lagi masalah Tanah Ulayat yg dijual atau digadaikan kepada kaum kapitalis dari luar Minang, dengan jangka waktu puluhan tahun, mungkin ada yang sampai 2 generasi. Naudzubillahi min dzalik. Karena itu, ABS-SBK harus kembali ke bumi Minang. Jalannya adalah melalui perubahan Propinsi Sumbar menjadi Propinsi Daerah Istimewa Minangkabau.
Upaya merubah Propinsi Sumatera Barat menjadi Propinsi Daerah Istimewa Minangkabau, telah mulai diformalisasi dengan mengadakan Musyawarah pada tgl 5-7 Februari 2016 


Musyawarah yang melahirkan BP2DIM
Lokasi : Hotel Balairung - Mataraman, Jakarta Pusat
5 - 7 Febr 2018










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar, demi kemajuan Minangkabau